Latest Post

Di era sekarang ini pendidikan sangat penting. Berkembangnya zaman menuntut kita agar terus memperoleh ilmu pengetahuan. Dengan mengedepankan pendidikan, kita bisa mengubah nasib menjadi lebih baik.

Akan tetapi, tidak semua orang peduli dengan pendidikan. Di daerah berkembang hal ini banyak terjadi, khususnya daerah pedesaan. Banyak anak memilih meninggalkan pendidikan hanya untuk membantu orangtuanya berkebun atau mengurus rumah selagi orangtuanya bekerja.


Selain itu, banyak siswa yang bolos sekolah dan melakukan apa pun yang mereka inginkan selama mereka membolos. Siswa seperti ini tidak menyadari bahwa mereka benar-benar membuang uang orang tua mereka. Pada akhirnya, apa yang mereka lakukan justru membahayakan masa depan mereka.

Di antara banyaknya anak yang memilih untuk meninggalkan sekolah, masih ada segelintir anak yang ingin terus mengedepankan pendidikan. Salah satunya bocah bernama Justin ini.

Bocah asal Filipina ini memutuskan untuk mengutaman pendidikan, meski ia terlahir dari keluarga tak berkecukupan. Dia bahkan tak mempedulikan pengorbanan yang dia lakukan, demi bisa belajar.

Di Filipina sendiri banyak keluarga yang teramat miskin, sehingga membuat beberapa anak dipaksa untuk tinggal di rumah dan merawat adik-adik mereka selagi orangtuanya bekerja.

Namun, bocah kelas satu sekolah dasar (SD) itu berbeda dengan bocah lainnya. Alih-alih tinggal di rumah dan merawat adiknya yang berumur satu tahun, Justin memutuskan untuk membawa adiknya ke sekolah agar ia bisa terus belajar.
Foto Justin mendadak sontak menyedot perhatian warganet. Foto tersebut dibagikan oleh Ma'am Lei dari Salvacion Elementary School, Filipina.

Warganet kagum dengan ketekunan Justin dalam memperjuangkan pendidikan. Foto yang menjadi perbincangan viral ini ditanggapi berbagai respons warganet. Mereka berharap agar anak-anak lainnya mengikuti semangat Justin.

Bocah itu tentu menjadi salah satu contoh anak yang menginspirasi anak lainnya agar bisa belajar dengan giat demi masa depan mereka sendiri.

Sumber : citizen6.liputan6.com

Panja Standar Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (SN Dikdasmen) Komisi X DPR RI meninjau sejumlah sarana dan prasarana pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (06/3/2018). Selain itu, Panja juga menyerap aspirasi terkait tenaga pengajar dari sekolah maupun pihak terkait.

Kunjungan pertama, Tim Panja SN Dikdasmen meninjau taman bacaan di KSKP Tunon Taka, Kecamatan Nunukan, Kaltara. Dari hasil tinjauan, kendati masih minim koleksi buku, Panja mengapresiasi kehadiran taman bacaan ini, sehingga menjadi sarana belajar anak-anak di sekitar pelabuhan usai bersekolah.


Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih (F-PKS) selaku Ketua Tim Panja mengatakan, kegiatan taman bacaan ini didorong untuk dapat ditingkatkan. Ia juga meminta pemerintah pusat, dalam hal ini Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk menambah koleksi buku bacaan, sehingga turut meningkatkan literasi.

“Kami harapkan, kegiatan taman bacaan ini dapat terus berlangsung. Sehingga anak-anak yang sudah selesai sekolah, bisa membaca buku dan mengaji di taman bacaan ini,” apresiasi Fikri, yang juga didukung anggota Panja SN Dikdasmen Komisi X DPR RI.

Kunjungan kedua, Panja meninjau sarana dan prasarana SD Negeri 011 Nunukan, di Kecamatan Nunukan. Panja menyayangkan kondisi kelas yang kurang memadai. Bahkan, beberapa kelas rawan ambruk, karena sudah sejak lama tidak direnovasi.

Selain itu, Panja juga menemukan minimnya tenaga pengajar. Untuk mengajar 319 siswa, hanya terdapat 19 guru. Bahkan, dari jumlah total guru itu, yang berstatus PNS hanya 14 guru. Sementara sisanya berstatus honorer.

Kunjungan ketiga, Panja SN Dikdasmen menggelar pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltara Sigit Muryono, Sekretaris Kabupaten Nunukan Serfianus, anggota DPRD Kabupaten Nunukan, serta perwakilan sekolah maupun guru di Kabupaten Nunukan.

Dari pertemuan, terungkap beberapa masalah. Diantaranya, minimnya sarana dan prasarana sekolah, khususnya perangkat komputer, internet maupun listrik. Padahal diharapkan sekolah-sekolah di Kabupaten Nunukan sudah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Dari berbagai temuan, maupun permasalahan yang sudah disampaikan, kami akan bahas dengan mitra kerja terkait. Jika ada data-data pendukung yang akan disampaikan, bisa kami bawa untuk menjadi pembahasan dengan mitra kerja,” imbuh Fikri.

Kunjungan ini juga diikuti oleh beberapa anggota Komisi X DPR RI, diantaranya Wiryanti Sukamdhani (F-PDI Perjuangan), Irine Yusiana Roba Putri (F-PDI Perjuangan), Popong Otje Djundjunan (F-PG), Muhammad Suryo Alam (F-PG), Nuroji (F-Gerindra), Dedi Wahidi (F-PKB), Lathifah Shohib (F-PKB), Mustafa Kamal (F-PKS), dan Toriq Hidayat (F-PKS).

Sumber : news.liputan6.com

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget